Wednesday, 1 May 2013

Konsentrasi

Diskusi 3 (Kiat Menghafal Al-Qur’an)
Seni Mengkonsentarikan Diri Dalam Menghafal Al-Qur’an.
Bismillah..
Setelah sekian minggu bahkan bulan saya tidak mengisi forum diskusi mengenai trik dan tehnik mengahafal Al-Qur’an, maka pada kesempatan kali ini, saya menyempatkan waktu untuk mengisi ranah diskusi ini kembali. Yang mana pada kesempatan kali ini, sengaja saya angkat sebuah bahasan diskusi mengenai seni mengkonsentasikan diri. Nah apa hubungannya konsentrasi dengan menghafal?
Seperti kita tahu bahwa yang namanya menghafal Al-qur’an atau apapun itu, tidak akan pernah lepas dari yang namanya peran otak. Mengapa? karena segala hal atau aktivitas yang terjadi pada tubuh manusia pada dasarnya di pengaruhi oleh kinerja otak, termasuk salah satunya adalah pola berpikir. Disaat kita ingin mencoba memahami satu objek yang ada di sekitar kita melalui perantaraan mata, telinga, hidung, kulit dan lidah, maka yang pertama kali berperan adalh fungsi otak. Sama halnya pada saat kita ingin mencoba melapalakn atau mengahafalakan satu obejek atau benda, maka fungsi otaklah yang berperan. Namun, fungsi otak ini juga, akan mencapai kemaksimalan apabila di iringi dengan adanya konsentrasi yang tinggi. Untuk itu maka, sangatlah penting bagi setiap pengahafal, mengetahui tentang seni mengkonsentasikan diri.
Saya pernah membaca satu buku yang menjadi rujukan saya yakni, buku karangan Ir. Amjad Qosim, yang berjudul Tahfidzul Qur’an Fi Syhr (Hafal Al-Qur’an dalam Satu Bulan), dalam bukunya beliau menulis : Bahwa Seni konsentarsi itu terbagi pada beberapa macam :
1. Konsentrasi dengan memusatkan pandangan.
2. Konsentrasi dengan memandang secara datar ( Kanan dan Kiri).
3. Konsentrasi dengan melebarkan biji mata (seperti melotot).
4. Konsentrasi dengan cara meletakan mushaf pada bagian kanan atas mata. Hal itu karena pusat konsentrasi yang ada di otak selalu bergerak, khususnya terhadap sesuatu yang ada di tengah bagian kanan dan
5. Konsentrasi dengan mengendalikan emosi dan perasaan. Hendaknya pada tahap ini di dasrkan hanya pada adanya keinginan ikhlas, mencari ridla Allah semata.
Nah setelah anda mengetahui seni konsentrasi ini, hendaknya bagi anda yang sedang menghafal, untuk segera mencoba tehnik ini, insyaallah, dengan diiringi usaha dan kerja keras, maka anda takan pernah menemui kesulitan dalam menghafal al-Qur’an Khususnya.
Oh, ya, hampir lupa, pada hakikatnya ketika kita memutuskan untuk belajar menghafal Al-qur’an maka secara sepontan kita harus bisa menefektifakan waktu kita untuk menghafal, dan yang tak kalah pentingnya adalah, harus adanya kedisplinan dalam menjaga hafalan kita yang telah terhafal dengan cara bermuraja’ah. Karena menurut Saya (Miftah), menghafal tanpa bermuraja’ah adalah nol.
So silakan mencoba.. dan sukses untk kalian semua…
Amin…

0 komentar: